Musyawarah dan Mufakat dalam Rendang

18 Mar

Uhamka – Kilikilik, Cita rasa pedasnya bikin rendang digemari banyak masyarakat. Ga cuma seantero tanah air, rendang populer sampai ke belahan dunia Eropa dan Amerika. Buktinya, rendang bisa masuk ke dalam 50 makanan terenak di dunia versi pembaca CNN, dan dapat memenangkannya. Rendang mengalahkan sushi dari Jepang dan tom yang goong dari Thailand. Hal ini ternyata terjadi berkat budaya suku Minangkabau yang suka merantau dan menyebar untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Orang-orang dari suku Minangkabau bekerja dan berwirausaha, salah satunya ya berwirausaha warung nasi Padang. Itu sebabnya kenapa dimana-mana banyak banget warung nasi padang.

Sejarah rendang memang berasal dari suku Minangkabau. Hidangan ini biasanya disajikan pada saat-saat tertentu saja. Seperti upacara adat Minangkabau, kenduri, atau menyambut tamu kehormatan. Tapi, seiring berjalannya waktu, rendang sudah dijadikan makanan sehari-hari, apalagi saat seni memasak rendang udah menyebar ke kawasan budaya Melayu lain, seperti Mandailing, Riau, Jambi dan Negeri seberang, Negeri Sembilan.

Rendang terkenal banget sebagai makanan yang awet dan tahan disimpan berbulan-bulan lamanya. Masakan yang memiliki filosofi musyawarah dan mufakat dalam suku minangkabau ini berbahan dasar daging, kelapa, cabe dan bumbu-bumbu rempah. Dari keempat bahan dasar ini, terdapat arti-arti yang sangat penting, yaitu dagiang atau daging, yang merupakan lambang dari “Niniak Mamak” (para pemimpin Suku adat Minangkabau). Karambia atau kelapa, merupakan lambang “Cadiak Pandai” (kaum Intelektual). Lado atau cabai, merupakan lambang “Alim Ulama” yang pedas, tegas untuk mengajarkan syariat agama. Sedangkan Pamasak atau bumbu, merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat Minangkabau.

Proses masak rendang itu nuntut kesabaran banget. Bisa berjam-jam lamanya, biasanya bisa sampai empat jam lebih. Potongan daging awalnya dimasak barengan sama bumbu dan santan, diaduk pelan-pelan sampai santan dan bumbu terserap daging. Habis mendidih, apinya dikecilkan dan terus diaduk sampai santan mengental dan menjadi kering. Memasak rendang harus sabar dan telaten ditungguin, hati-hati dibolak-balik supaya santan kering dan bumbu terserap, dan jangan sampai bikin daging hangus atau hancur. Proses memasak ini dikenal dalam seni kuliner modern dengan istilah ‘karamelisasi’. Karena menggunakan banyak jenis bumbu, rendang dikenal memiliki citarasa yang kompleks dan unik.

Ga heran kan kenapa rendang jadi makanan pertama terenak di dunia? Rugi banget buat kamu-kamu yang belum nyobain lezatnya rendang 😀

(Berbagai Sumber)

Advertisements

2 Responses to “Musyawarah dan Mufakat dalam Rendang”

  1. farah March 18, 2012 at 12:59 pm #

    mendadak ngidam redang 😀 *lari ke rmh mkn padang

  2. KiliKilik March 20, 2012 at 2:52 pm #

    ikut dong.. traktir yaa :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: